Cara Minum Temulawak yang Benar agar Manfaatnya Optimal

Apakah boleh minum temulawak setiap hari? Boleh, Bunda, asalkan dikonsumsi sesuai aturan pakai dan tidak berlebihan. Temulawak sudah lama menjadi andalan banyak keluarga, terutama saat nafsu makan anak mulai menurun atau Si Kecil sedang pilih-pilih makanan. Bahan herbal ini juga dikenal baik untuk kesehatan pencernaan dan membantu tubuh menyerap nutrisi dari makanan dengan lebih optimal. 

Namun, bagaimana cara minum temulawak yang benar? Jika Bunda memilih Biolysin Vitahoney, caranya sangat praktis. Cukup berikan 1 sendok makan (15 ml) sehari untuk anak usia di atas 2 tahun sesuai aturan pakai. Rasa manis alami madu yang disukai Si Kecil. 

Bolehkah Minum Temulawak Setiap Hari?

Secara umum, temulawak boleh dikonsumsi setiap hari selama digunakan sesuai aturan pakai dan tidak berlebihan. Agar manfaat temulawak lebih optimal, konsumsi temulawak sebaiknya dilakukan secara rutin dan disertai pola makan yang bergizi seimbang.

Cara Minum Temulawak yang Benar agar Manfaatnya Optimal

Temulawak bisa dikonsumsi dalam berbagai cara, mulai dari diolah menjadi jamu, diseduh sebagai minuman herbal, hingga dikonsumsi dalam bentuk suplemen atau ekstrak. Apa pun bentuknya, manfaat temulawak akan lebih optimal jika dikonsumsi dengan cara yang tepat dan sesuai kebutuhan. Berikut cara minum temulawak yang benar: 

Konsumsi Sesuai Takaran yang Dianjurkan

Karena termasuk bahan herbal, sebagian orang menganggap temulawak bisa dikonsumsi sebanyak mungkin. Padahal, seperti bahan alami lainnya, temulawak juga sebaiknya dikonsumsi sesuai takaran yang dianjurkan pada produk yang digunakan. 

Jika Bunda memilih produk temulawak untuk Si Kecil, pastikan selalu mengikuti cara minum temulawak yang benar yang tertera pada kemasan. Dengan begitu, manfaat temulawak dapat diperoleh dengan lebih optimal tanpa konsumsi yang berlebihan.

Minum Secara Rutin, Bukan Sesekali

Temulawak bukan minuman yang biasanya memberikan hasil instan setelah sekali konsumsi. Banyak orang mengonsumsinya secara rutin sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. 

Karena itu, konsistensi juga penting. Dibandingkan mengonsumsinya sesekali, konsumsi yang teratur sesuai anjuran biasanya lebih efektif.

Imbangi dengan Pola Makan Bergizi

Temulawak dapat membantu mendukung nafsu makan dan pencernaan, tetapi tetap tidak dapat menggantikan peran makanan bergizi. Supaya manfaatnya lebih terasa, pastikan Si Kecil juga mendapatkan asupan yang seimbang setiap hari. 

Cobalah lengkapi menu harian anak dengan:

  • Karbohidrat, seperti nasi, kentang, atau roti
  • Protein, seperti ikan, telur, daging, tempe, atau tahu
  • Sayuran dan buah-buahan
  • Air putih yang cukup

Kebutuhan nutrisi anak pun bisa lebih mudah terpenuhi untuk mendukung tumbuh kembangnya dengan asupan gizinya yang lengkap. 

Temulawak Biasanya Dikonsumsi dalam Bentuk Apa?

Saat ini, temulawak bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk. Ada yang masih menggunakan temulawak segar seperti zaman dulu, ada juga yang memilih bentuk yang lebih praktis untuk rutinitas sehari-hari. Pilihannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan, tentu saja, mana yang paling mudah dikonsumsi oleh Si Kecil.

Temulawak Segar

Temulawak segar biasanya diolah dengan cara direbus untuk dijadikan jamu atau minuman herbal. Cara ini cukup populer karena dianggap lebih alami dan sudah dilakukan secara turun-temurun.

Berikut cara membuat jamu temulawak:

  1. Cuci dan kupas temulawak hingga bersih.
  2. Iris tipis atau memarkan temulawak.
  3. Rebus dengan air hingga sari temulawak keluar.
  4. Saring, lalu minum saat hangat. 
  5. Beberapa orang juga menambahkan madu agar rasanya lebih nyaman di lidah.

Meski begitu, prosesnya membutuhkan waktu mulai dari mencuci, mengupas, hingga merebus temulawak terlebih dahulu. Rasa dan aromanya yang cukup kuat juga membuat tidak semua anak menyukainya.

Temulawak Bubuk atau Instan

Pilihan lain yang cukup praktis adalah temulawak bubuk atau instan. Produk ini biasanya cukup diseduh dengan air hangat, sehingga lebih mudah disiapkan dibandingkan mengolah temulawak segar dari awal.

Namun, beberapa produk temulawak instan masih memiliki rasa herbal yang cukup khas. Karena itu, ada anak yang tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum mau mengonsumsinya secara rutin.

Suplemen atau Kapsul dengan Ekstrak Temulawak

Saat ini, temulawak juga banyak tersedia dalam bentuk suplemen atau produk dengan ekstrak temulawak. Bentuk ini dipilih banyak orang karena lebih praktis, memiliki takaran yang jelas, dan mudah dikonsumsi tanpa perlu proses pengolahan terlebih dahulu. 

Biolysin Vitahoney, Pilihan Praktis dan Enak untuk Anak yang Tidak Suka Jamu Temulawak

Tidak semua anak menyukai rasa jamu temulawak yang cenderung pahit dan memiliki aroma herbal yang cukup kuat. Selain itu, Bunda juga perlu meluangkan waktu untuk menyiapkan dan mengolah temulawak jika ingin membuatnya sendiri di rumah. Karena itulah, banyak orang tua memilih alternatif yang lebih praktis dan mudah dikonsumsi anak.

Biolysin Vitahoney mengombinasikan 134 mg ekstrak temulawak, 500 mg ekstrak ikan gabus, dan madu asli dalam satu sajian. Kombinasi ini membantu mendukung nafsu makan, kesehatan pencernaan, serta membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.

Beberapa alasan mengapa Biolysin Vitahoney cocok untuk Si Kecil:

  • Mengandung ekstrak temulawak yang membantu meningkatkan nafsu makan dan mendukung kesehatan pencernaan.
  • Diperkaya ekstrak ikan gabus yang mengandung protein dan albumin alami untuk membantu mendukung tumbuh kembang anak.
  • Mengandung madu asli yang memberikan rasa manis alami yang lebih disukai anak.
  • Praktis dikonsumsi, tanpa perlu merebus atau menyiapkan jamu terlebih dahulu.
  • Mudah menjadi bagian dari rutinitas harian karena cukup diberikan sekali sehari.

Cara Minum Temulawak yang Benar dengan Biolysin Vitahoney 

Untuk anak usia di atas 2 tahun, Biolysin Vitahoney dapat dikonsumsi sebanyak 1 sendok makan (15 ml) sehari sesuai aturan pakai.

Rasa manis alami dari madu membuatnya lebih mudah disukai anak dibandingkan jamu temulawak tradisional yang cenderung memiliki rasa dan aroma herbal yang kuat. 

Bunda juga tidak perlu repot merebus atau menyiapkan temulawak terlebih dahulu. Cukup konsumsi secara rutin setiap hari sesuai anjuran agar Si Kecil bisa mendapatkan manfaat temulawak, madu asli, dan ekstrak ikan gabus dalam satu sajian yang praktis. 

Jadi, jika Si Kecil sedang susah makan, mulai pilih-pilih makanan, atau kurang menyukai jamu temulawak tradisional, Biolysin Vitahoney bisa menjadi cara yang lebih praktis dan menyenangkan untuk mendapatkan kebaikan temulawak setiap hari.

Biolysin Vitahoney, kombinasi madu asli, ekstrak ikan gabus, dan temulawak untuk membantu anak makan lebih lahap dan capai berat badan ideal.

Sumber: 

  • Jumardi Jumardi; Mohammad Wijaya. Major phytoconstituents of temulawak (Curcuma xanthorrhiza) in hepatoprotective activity. Comptes Rendus. Chimie, Volume 28 (2025), pp. 693-704. doi: 10.5802/crchim.411. https://comptes-rendus.academie-sciences.fr/chimie/articles/10.5802/crchim.411/. Diakses pada 24 Juli 2026. 
  • Rahmat E, Lee J, Kang Y. Javanese Turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): Ethnobotany, Phytochemistry, Biotechnology, and Pharmacological Activities. Evid Based Complement Alternat Med. 2021 Jun 11;2021:9960813. doi: 10.1155/2021/9960813. PMID: 34194529; PMCID: PMC8214482. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8214482/. Diakses pada 24 Juli 2026. 
Scroll to Top