Meski madu bukan penambah nafsu makan secara langsung, rasanya yang manis bisa membuat anak yang susah makan jadi tertarik untuk mencoba makanannya lagi. Menariknya, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi madu dan temulawak dapat membantu meningkatkan nafsu makan anak. Jadi, benarkah madu penambah nafsu makan efektif? Yuk, cari tahu faktanya di sini.
Benarkah Madu Bisa Meningkatkan Nafsu Makan Anak?
Kalau Bunda pernah mendengar bahwa madu bisa membantu anak jadi lebih semangat makan, Bunda tidak sendirian. Madu memang sudah lama digunakan sebagai pendamping untuk anak yang susah makan.
Meski begitu, penelitian yang secara langsung membuktikan bahwa madu dapat meningkatkan nafsu makan anak masih terbatas. Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan, tetapi bukti ilmiahnya masih perlu diperkuat dengan studi lebih lanjut.
Lalu, kenapa madu tetap sering dipilih? Salah satu alasannya ada pada rasanya yang manis alami berkat kandungan glukosa dan fruktosa, sehingga disukai anak. Madu juga mengandung berbagai nutrisi dan senyawa alami, seperti vitamin, mineral, asam amino, dan antioksidan.
Saat Si Kecil lebih mudah menerima makanan atau minuman yang mengandung madu, proses memenuhi kebutuhan nutrisinya pun bisa terasa lebih menyenangkan bagi Bunda maupun Si Kecil di fase susah makan.
Kenapa Madu Tetap Sering Diberikan Saat Anak Susah Makan?
Meski penambah nafsu makan terbukti secara langsung, namun tetap menjadi salah satu bahan alami yang bisa Bunda berikan saat Si Kecil sedang susah makan. Rasanya yang manis, mudah dikonsumsi, dan bisa dipadukan ke berbagai menu membuat madu lebih mudah diterima oleh anak bahkan saat mereka sedang tidak nafsu makan.
Rasanya Manis dan Lebih Mudah Disukai Anak
Bunda pasti pernah menghadapi fase ketika Si Kecil tiba-tiba sulit makan atau mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut). Hari ini lahap, besok hanya mau beberapa suap. Ada juga anak yang mulai pilih-pilih makanan dan lebih tertarik bermain daripada duduk di meja makan.
Pada kondisi seperti ini, makanan atau minuman dengan rasa yang familiar atau manis biasanya lebih mudah diterima anak. Madu memiliki rasa manis alami yang umumnya disukai Si Kecil, sehingga bisa Bunda tambahkan pada berbagai menu sehari-hari. Waktu makan pun bisa terasa lebih tenang tanpa drama anak menolak makanan.
Membuat Menu Anak Lebih Menarik
Bunda dapat menambahkan madu ke berbagai menu favorit anak. Sedikit tambahan madu bisa membuat makanan terasa lebih lezat tanpa perlu banyak usaha.
Bunda bisa mencoba berbagai kreasi berikut:
- Oatmeal hangat dengan madu dan potongan buah
- Overnight oats dengan madu dan buah-buahan
- Roti panggang dengan olesan madu
- Kue atau bole dengan olesan madu
- Pancake dengan topping madu dan stroberi
- Yogurt yang dicampur madu dan buah segar
- Smoothie pisang dengan sedikit madu
- Puding susu yang diberi sedikit madu
- Potongan apel atau pir dengan drizzle madu
Untuk menu utama, madu juga bisa digunakan sebagai bumbu atau glaze yang membuat makanan lebih menggugah selera, seperti:
- Ayam bakar madu
- Udang saus madu
- Iga bakar madu
- Salmon panggang glaze madu
- Honey mustard chicken
- Wortel panggang madu
- Ubi manis panggang madu
Tidak harus rumit, Bunda. Menu yang lebih menarik dan sesuai selera anak.
Membantu Melengkapi Asupan Harian Anak
Di balik rasanya yang manis, madu juga mengandung berbagai senyawa alami, seperti karbohidrat, antioksidan, vitamin, mineral, dan asam amino.
Meski tidak dapat menggantikan makanan utama, madu dapat menjadi pelengkap yang membantu menambah variasi asupan harian Si Kecil.
Saat anak lebih mudah menerima makanan dan minuman yang diberikan, Bunda pun bisa lebih tenang dalam mendukung kebutuhan nutrisinya sehari-hari.
Madu dan Temulawak, Kombinasi untuk Penambah Nafsu Makan Anak
Jika membahas madu penambah nafsu makan, sebenarnya madu bukanlah satu-satunya bahan yang sering dikaitkan dengan manfaat tersebut. Banyak orang tua juga mengenal temulawak sebagai herbal yang telah lama digunakan untuk membantu meningkatkan nafsu makan anak.
Sejumlah penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa kombinasi madu dan temulawak dapat membantu meningkatkan nafsu makan pada anak. Karena itu, kedua bahan alami ini sering dipadukan dalam pendamping nutrisi untuk anak yang sedang mengalami susah makan.
Kenapa Temulawak Sering Dikaitkan dengan Nafsu Makan?
Temulawak mengandung senyawa aktif seperti kurkuminoid dan minyak atsiri yang diketahui dapat membantu mendukung fungsi pencernaan. Ketika pencernaan bekerja dengan lebih baik, anak biasanya merasa lebih nyaman saat makan dan lebih siap menerima asupan makanan.
Lalu, Apa Peran Madu?
Seperti yang disebutkan, madu berperan melengkapi kombinasi ini dengan rasa manis alami yang lebih mudah disukai anak. Selain itu, madu juga mengandung berbagai nutrisi dan senyawa alami yang dapat membantu melengkapi asupan harian Si Kecil. Itulah sebabnya madu dan temulawak sering menjadi pasangan yang populer saat orang tua mencari pendamping untuk anak yang susah makan.
Jadi, Apakah Kombinasi Madu dan Temulawak Efektif?
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi madu dan temulawak dapat membantu meningkatkan nafsu makan anak. Tidak heran jika keduanya sering dipadukan dan sudah lama digunakan oleh banyak orang tua saat Si Kecil sedang susah makan.
Mudahnya begini, temulawak membantu mendukung nafsu makan dan kesehatan pencernaan, sedangkan madu membuat rasanya lebih mudah diterima anak. Jadi, bukan cuma punya manfaat yang saling melengkapi, kombinasi ini juga lebih mudah dikonsumsi oleh Si Kecil dibandingkan temulawak saja.
Kombinasi Madu dan Temulawak Bertemu dalam Biolysin Vitahoney
Bagi Bunda mencari cara yang lebih praktis untuk memberikan kebaikan madu dan temulawak, Biolysin Vitahoney bisa menjadi pilihan yang tepat. Produk ini mengombinasikan madu asli, 134 mg ekstrak temulawak, dan 500 mg ekstrak ikan gabus dalam satu sajian yang mudah dikonsumsi setiap hari.
Kombinasi kandungan tersebut membantu:
- meningkatkan nafsu makan anak,
- mencapai berat badan ideal,
- mendukung penyerapan nutrisi dari makanan,
- membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pertumbuhan,
- memelihara kesehatan tubuh anak.
Rasa manis alami dari madu membuat Biolysin Vitahoney lebih mudah disukai anak. Praktis, tidak perlu repot meracik temulawak sendiri di rumah. Untuk anak usia di atas 2 tahun, Biolysin Vitahoney dapat dikonsumsi sebanyak 1 sendok makan (15 ml) sehari sesuai aturan pakai.
Jadi, saat Si Kecil sedang susah makan atau mulai pilih-pilih makanan, Biolysin Vitahoney dapat menjadi pendamping harian untuk membantu menjaga asupan nutrisi dan mendukung tumbuh kembangnya agar tetap aktif dan ceria.
Tips Membantu Meningkatkan Nafsu Makan Anak
Menghadapi anak yang susah makan memang membutuhkan kesabaran, Bunda. Beberapa cara sederhana berikut bisa dicoba untuk membantu Si Kecil lebih semangat saat jam makan tiba:
- Sajikan menu yang variatif, baik dari segi rasa, warna, maupun bentuk penyajian.
- Buat jadwal makan yang teratur agar anak terbiasa mengenali waktu lapar dan kenyang.
- Batasi camilan menjelang jam makan supaya Si Kecil tidak cepat kenyang sebelum makan utama.
- Libatkan anak saat menyiapkan makanan, misalnya memilih buah, sayuran, atau membantu menata makanan di piring.
- Ciptakan suasana makan yang menyenangkan tanpa paksaan agar anak lebih nyaman saat makan.
- Tambahkan bahan yang disukai anak, seperti madu, untuk membuat menu terasa lebih menarik.
Jangan lupa berikan Biolysin Vitahoney yang mengombinasikan madu, temulawak, dan ekstrak ikan gabus untuk membantu mendukung nafsu makan serta asupan nutrisi Si Kecil.
Sumber:
- Faculty of Nursing Universitas Airlangga Campus C Mulyorejo. 2017. Curcuma and Honey Increases Body Weight of Toddler. https://e-journal.unair.ac.id/JNERS/article/view/3923. Diakses pada 12 Agustus 2026.
- Woro Tri Utami, Kurnia Heli, Anita Sri. 2015. Effect of Vitamins, Honey and Temulawak on the Appetite Improvement of Children Age 2 Years in Sembung Sukorame Lamongan. https://www.neliti.com/publications/56943/effect-of-vitamins-honey-and-temulawak-on-the-appetite-improvement-of-children-a. Diakses pada 12 Agustus 2026.